WATUAGUNG, PASURUAN – Komitmen Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 di Dusun Talang, Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Bersama komunitas petani SAMASTA, mahasiswa menginisiasi sejumlah kegiatan untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik.
Program diawali dengan edukasi pengolahan limbah rumah tangga dan pertanian menjadi pupuk organik ramah lingkungan. Kegiatan ini mendapat antusiasme warga karena memberikan pengetahuan praktis tentang cara mengurangi limbah sekaligus menghasilkan pupuk yang bernilai guna bagi lahan pertanian.

Mahasiswa KKN bersama warga dan kelompok tani SAMASTA menyemai bibit sayuran ke dalam polybag di Pos Ketahanan Pangan Dusun Talang.
Selain pelatihan, mahasiswa KKN juga mendirikan Pos Ketahanan Pangan (Lumbung Desa) sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan budidaya tanaman pangan. Warga bersama mahasiswa terlihat bergotong royong menyemai berbagai jenis benih sayuran ke dalam polybag sebagai langkah awal pembibitan, sekaligus membangun naungan dari jaring paranet untuk melindungi bibit dari paparan sinar matahari langsung. Langkah ini menjadi awal dari upaya menciptakan kawasan percontohan yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.

Proses penyemaian bibit dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa, warga, dan kelompok tani SAMASTA.

Mahasiswa KKN UNUBA membangun naungan paranet sebagai pelindung bibit tanaman di area Pos Ketahanan Pangan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sudarmono, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini dirancang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, kelompok tani, dan pemerintah desa, Pos Ketahanan Pangan diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus mendorong terciptanya budaya bertani yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KKN UNUBA tidak hanya menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan dan pangan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya.
No responses yet